Di SD Patra Dharma 3 sendiri, Kurikulum Merdeka sudah berjalan selama kurang lebih tiga tahun. Bagaimana pesan dan kesan para siswa terhadap kurikulum besutan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim ini? Berikut tanggapan beberapa siswi dari kelas 6B.
“Saya menemukan potensi saya”
“Saya merasa senang dengan adanya Kurikulum Merdeka karena membuat saya menemukan potensi saya di suatu bidang. Kurikulum Merdeka memberikan metode untuk memecahkan masalah dan berpikir kritis.
Kurikulum Merdeka mempermudah saya dan teman-teman dalam menemukan minat dan bakat kami. Metode pembelajaran dari Kurikulum Merdeka cukup menyenangkan, tetapi terkadang masih ada beberapa yang agak sulit untuk dipahami.
Tetapi dengan adanya Kurikulum Merdeka, saya dan teman-teman menjadi lebih kreatif dalam melakukan kegiatan. Kesimpulan dari pendapat saya, Kurikulum Merdeka membantu anak-anak Indonesia untuk lebih berpikir kritis dan menemukan potensi diri mereka.” – Mega Zeevanya Banu Wardhani
“Sangat penting untuk masa depan saya”
“Saya sangat senang ketika mendengar tentang Kurikulum Merdeka, karena saya pikir ini adalah kesempatan bagi saya untuk menjadi lebih kreatif dan inovatif. Kurikulum Merdeka meningkatkan kreativitas, Kurikulum Merdeka memberi kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi minat dan bakat mereka. Ini sangat membantu karena saya bisa menemukan apa yang saya sukai dan menjadi lebih kreatif. Kurikulum Merdeka menekankan pentingnya mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan memecahkan masalah. Ini sangat penting untuk masa depan saya.

Kurikulum Merdeka menekankan pentingnya partisipasi orang tua dalam proses pendidikan, namun banyak orang tua yang belum terlibat dalam proses pendidikan. Oleh karena itu pentingnya komunikasi antar sekolah dan orang tua dengan baik.
Dalam kesimpulan, saya berpendapat bahwa Kurikulum Merdeka memiliki potensi besar untuk memperbaiki pendidikan di Indonesia.” – Qonita Shidqiya Sanjaya
