“Film Tegar sangat menginspirasi karena dibalik fisik yang tidak sempurna tersimpan talenta yang luar biasa. Intinya kita harus selalu bersyukur atas ketentuan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Orangtua adalah penguat untuk anak-anaknya”
Widarti Purwantiningsih, S.Pd. (Waka Kurikulum)
“Film ini dapat menjadi motivasi bagi anak-anak untuk lebih bersyukur dengan segala penciptaan-Nya. Sebagai orangtua juga harus mensyukuri dengan apa yang sudah digariskan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
‘Tak ada gading yang tak retak. Kesempurnaan hanya milik Allah Subhanahu Wa Ta’ala’.”
Herlina Husma Bela, S.Pd. (Waka Kesiswaan)
“Film yang mengisahkan anak disabilitas yang ingin bersekolah. Kesan dari film ini mengajarkan kita sebagai orangtua untuk selalu memahami perasaan anak dan sebagai orangtua selalu harus menjadi pendukung bagi anak.”
Mukholifatun Nisa, S.Pd. (Wali Kelas 5)
“Sebagai manusia diajarkan untuk saling bersyukur, saling menghargai dan saling menghormati meskipun dalam kekurangan. Karena manusia jauh dari kata sempurna. Sangat banyak pelajaran hidup yang dapat diambil dari kisah Tegar. Penonton dari kalangan anak-anak sampai dewasa mengetahui jalan hidup seorang anak difabel. Film ini bisa dikonsumsi untuk kalangan semuanya.”
Sitti Rabiatul Adawiyah, S.Pd. (Guru Kelas 1)
“Film ini sangat menginspirasi. Awal mulai film saya masih biasa saja, tetapi di akhir film saya sangat terharu kepada orangtua Tegar yang mampu menerima anaknya setelah mendengar isi hati seorang anak yang mempunyai kekurangan tapi mampu melakukan banyak hal.”
Sri Wahyuni, S.S. (Guru Bahasa Inggris)
“Setelah saya menonton film Tegar, pesan saya cuma satu: kalau melihat orang yang kekurangan sebaiknya jangan dijauhi karena itu hal yang tidak baik. Dan kesan saya yaitu film yang dikasih sangat bagus dan menginspirasi. Filmnya seperti menghormati orang yang mempunyai kekurangan.”
Khansa Kanaya A. D. (Siswi Kelas 6)
“Filmnya memang emosional tetapi juga berarti, dan dengan itu saya termotivasi untuk lebih maju dan tidak gampang menyerah walaupun saya memiliki kekurangan….. Tidak semua orang bisa melakukan apa yang kita bisa dan juga belum tentu kita bisa melakukan apa yang orang lain bisa. Tetapi dengan itu bukan berarti kita cuma bisa menyerah / gampang menyerah, dan bersyukur dengan apa yang kita dapat.”
Dhevandra Narapati S. (Siswa Kelas 6)
“Kita harus saling memperdulikan orang lain, jangan sibuk dengan diri sendiri dan jangan egois.”
Putri Ageng Darmawulan (Siswa Kelas 5)
“Kesan dari saya mengenai film ini sangat menarik dan inspiratif. Menarik karena dalam film ini menceritakan seorang anak penyandang disabilitas yang memperjuangkan haknya untuk mendapatkan pendidikan dari orangtuanya. Inspiratif karena meski memiliki keterbatasan tetapi Tegar selalu berusaha untuk menjadi seorang anak yang berprestasi dan menjadi kebanggaan mama dan kakeknya.
Diharapkan setelah menonton film ini teman-teman semua khususnya kelas 5 C SD Patra Dharma 3 semakin bersyukur kepada Tuhan telah diberikan kesempurnaan anggota tubuh, dan semakin semangat untuk mencapai cita-cita dan prestasi setinggi langit seperti Tegar.”
Anindya Maheswari Arsethie Putri (Siswi kelas 5)

