PENGALAMAN LIBURAN DI BALIKPAPAN

Arsya Zahrina Setiawan

Assalamualaikum, halo teman-teman. Saya ingin menceritakan pengalaman liburan saya di Balikpapan bersama keluarga kecil saya. Liburan semester ganjil ini, tante saya datang untuk berlibur. Tante saya berasal dari kota Nganjuk. Saya sangat senang sekali karena tante saya datang. Pada minggu pertama liburan sekolah tepatnya  pada hari Senin, saya berenang di kolam renang Mulawarman. Setelah berenang saya sangat lelah. Kemudian untuk mengembalikan energi, saya makan makanan bergizi yang ada di rumah.

Pada hari Selasa saya berkunjung ke rumah nenek dan kakek saya. Saya disana bertemu dengan adik sepupu saya, kami makan bersama dengan menu makanan yaitu soto buatan nenek saya. Hari Rabu dan hari Kamis saya ke Perpustakaan dan Arsip kota Balikpapan. Saya membuat kartu anggota dan membaca buku. Saya menyukai buku komik. Pengalaman saya disana seru dan menyenangkan, sayangnya disana tidak boleh berisik jadi cukup membosankan. Sebenarnya saya tidak hobi membaca, tetapi tante saya hobi membaca dan menulis. Jadi saya ikut tante saya untuk berkunjung. Ini kedua kalinya saya berkunjung ke perpustakaan.

Di hari Sabtu pada malam hari saya mengunjungi Mall BSB untuk makan malam dan bermain. Saat mencari parkir sangat susah karena malam minggu sangatlah ramai. Di sana saya makan malam bersama keluarga. Saya memesan kwetiau godog jawa dan minumannya jeruk hangat. Selagi menunggu pesanan datang, kami berfoto bersama dan mengobrol. Akhirnya makanan sudah datang. Kami menikmatinya bersama-sama. Setelah kenyang, saya mencari permainan di Fun Station. Saya dan adik saya memilih untuk bermain pancing ikan. Kami mendapat banyak sekali tiket. Saya menukar tiket dengan jepitan rambut,buku kecil dan permen. Saya rekomendasikan untuk bermain pancing ikan saat di Fun Station, karena mendapat banyak sekali tiket. Perjalanan keparkiran mobil saya membeli donat JCO. Kami membeli 12 donat untuk bekal ke pantai besok.

Di hari Minggu saya di awali bangun pagi dan bersiap siap untuk ke pantai Lamaru. Di perjalanan kami mampir ke tempat makan untuk sarapan. Saya memesan nasi rawon dan teh hangat. Sebenarnya saya tidak ingin memesan teh hangat melainkan jeruk hangat, tetapi jeruk hangatnya habis otomatis saya harus memesan teh hangat. Setelah sarapan kami melanjutkan perjalanan ke pantai Lamaru. Selama perjalanan saya melihat pemandangan di luar mobil. Akhirnya setelah perjalanan 1 jam kami telah tiba di Pantai Lamaru. Saya dan adik saya langsung bermain pasir dan berenang di pantai, tetapi tidak boleh terlalu dalam. Tante, ibu dan bapak membuka karpet dan membeli dua buah es kelapa sambil menyemil donat JCO tadi malam. Setelah bermain, saya dan adik saya dipanggil untuk mandi. Setelah badan saya sudah bersih saya ke karpet untuk makan donat. Saya ingin bermain ATV bersama tante saya. Kami bermain ATV, satu kali main Rp 70.000,00 per 15 menit. Setelah 15 menit berlalu kami merapikan barang – barang dan pulang.

Pada Senin sore, kami pergi ke Kemala Beach. Parkirannya sangat penuh hingga tidak boleh masuk ke parkiran. Hal yang pertama kami lakukan adalah memesan cemilan dan minuman. Setelah memesan makanan, kami pergi bermain di pantai. Saat itu air di pantai sedang pasang. Setelah beberapa menit bermain, tiba – tiba hujan turun lalu kami berlari menuju toilet untuk mencuci kaki. Setelah itu kami menikmati cemilan dan minuman sambil menunggu hujan reda untuk pulang.

    Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

    Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

    Mendidik adalah memimpin,
    berkarya adalah bernyawa.

    Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

    Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

    Mendidik adalah memimpin,
    berkarya adalah bernyawa.

    Artikel Terkait