Muhammad Farhan Maskun Khadafi
Sebulan yang lalu kami diajak mama liburan ke Timur Tengah. Kami berangkat dari Balikpapan menuju Jakarta. Lalu penerbangan Jakarta transit ke Muscat selama dua jam. Setelah itu lanjut terbang ke Mesir. Turun dari bandara, kami langsung naik bus menuju hotel. Karena kami tibanya malam, besok paginya kami lanjut menuju Kairo yaitu melihat piramida yang terbesar dan Sphinx serta menuju museum serta melihat sejarah-sejarahnya dan peninggalan barang-barang kuno.

Di sana kami melanjutkan perjalanan melihat Terusan Suez, Sungai Nil, serta peninggalan sejarah Nabi Musa. Kami melewati terowongan Ahmad Hamdi lalu melanjutkan perjalanan menuju kota dengan panorama pantai dan gurun terbaik yaitu Sharm El Sheikh.
Saat perjalanan menuju kota, terlebih dahulu kami singgah di Uyun Musa untuk melihat di ujung laut yang dibelah oleh tongkat Nabi Musa ‘Alaihis Salam dan munculnya mata air yang bisa kita lihat secara langsung. Lalu kami kembali ke Kairo untuk makan malam dan kembali ke hotel beristirahat untuk persiapan perjalanan besok.
Keesokan paginya kami melanjutkan perjalanan jauh menuju Thaba dengan melihat gunung Sinai dan batu cadasnya menuju perbatasan Israel.

Alhamdulillah setelah lewat pemeriksaan yang sangat ketat kami dari Indonesia bisa masuk. Di sana warga Palestina sedang berperang dengan Israel.
Alhamdulillah kami berjalan dengan lancar setelah melewati pemeriksaan dari Israel dan kami bisa masuk ke Yerusalem.
Di jalan-jalan kami melihat banyak pohon-pohon kurma dan kebun yang luas sekali serta buahnya enak sekali, juga ada pabrik mobil yang berada di Israel.
Alhamdulillah kami sudah sampai di Yerusalem kemudian menuju lingkungan di Masjidil Aqsa dan saat malam tiba, kami masuk ke hotel kembali dan makan malam lalu beristirahat.
Keesokan subuhnya kami salat subuh di Masjidil Aqsa dan kami mengelilingi 5 masjid yang ada di kompleks Masjidil Aqsa diantaranya Masjid Qubatus Shakhroh, Masjid Buraq, Masjid Kibli, Masjid Marwani dan Masjid Umar.
Setelah salat subuh kami ziarah ke makam Nabi Daud dan makam Nabi Ibrahim dan keluarganya di Hebron Palestina yang dijaga pintu masuknya oleh Israel lewat pemeriksaan yang ketat.
Setelah melewati pemeriksaan kami dinyatakan aman dan kami melanjutkan perjalanan ke Jericho ke makam Nabi Musa. Setelah itu kami keliling semua tempat-tempat yang ada di kota Yerusalem.
Setelah semua tempat kami kelilingi, kami kembali ke hotel dan melanjutkan salat di Masjidil Aqsa selama dua hari.
Keesokan harinya kami melanjutkan perjalanan ke Amman, Jordan setelah melalui proses imigrasi.
Setelah itu kami menuju wisata ke Laut Mati Siberia. Di sana saya mandi dengan badan terapung karena airnya banyak mengandung garam. Di sana kami mandi di laut dengan badan mengambang sendiri.
Setelah dari Laut Mati kami lanjut menuju Hotel Sultanah yang terletak di Wadimor, gurun pasir di dalam kemah yang ber-AC. Kami diajak keliling padang pasir dengan kendaraan.
Pemandangannya di pagi hari sungguh indah sekali dengan gurun-gurun pasirnya dan batu-batu cadasnya.

Dan selanjutnya kami menuju Petra, tempat bersejarah peradaban Timur Tengah kuno dan kami masuk ke dalam mobil kecil karena jaraknya yang jauh sekitar 2 KM dan kami berfoto-foto di sana. 
Selesai dari situ kami balik menuju Kota Amman yang jauh dan tiba di malam hari. Kami menginap kembali di hotel untuk melanjutkan perjalanan esok hari.
Keesokan paginya kami melanjutkan perjalanan lagi pergi ke Gua Ashabul Kahfi yaitu tempat 7 orang yang ditidurkan oleh Allah dan terbangun 300 tahun lebih setelahnya. Mereka di dalam gua dan terbangun di peradaban yang berbeda.
Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke tempat bersejarah yaitu ke tempat Pohon Sahabi dimana tempat persinggahan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alayhi wa sallam berteduh di situ.

Setelah selesai dari perjalanan kami menuju ke bandara Amman menuju penerbangan ke Muscat transit dan langsung ke Indonesia. Tiba di Jakarta kami masih menginap dan keesokan paginya kami tiba di Balikpapan.
Selama liburan kami mendapatkan pengalaman yang luar biasa dan banyak ilmu sejarah Islam yang kami dapat dalam perjalanan religi ini.
