Liburan di Rumah

oleh: Abhia Nazyfa Septriawan

 

Selama liburan sekolah, kami sekeluarga memutuskan untuk menghabiskan waktu di rumah saja.

Saya menghabiskan waktu di hari pertama dengan hanya beristirahat dan menonton TV di rumah. Saya juga menghabiskan banyak waktu dengan keluarga saya dengan melakukan hal-hal yang menyenangkan karena kami tidak selalu bisa menghabiskan banyak waktu bersama seperti yang kami inginkan.

Salah satu hal yang paling saya sukai tentang liburan di rumah adalah bisa memasak makanan sendiri. Saya suka memasak dan saya bisa mencoba beberapa resep baru yang sudah lama ingin saya coba. Saya juga membuat beberapa hidangan favorit saya, seperti membuat pudding mangga dan cimol goreng. Dan yeiy.. alhamdulillah semua keluarga sangat menyukai masakan saya.

Hal lain yang saya sukai selama liburan di rumah adalah bisa bermain kembali dengan teman- teman lama saya di rumah. Karena kesibukan kami yang bersekolah hingga sore hari jadi kami tidak pernah berkumpul bersama untuk bermain. Saya bisa mendengarkan banyak lagu–lagu dan film terbaru yang saya lewatkan saat saya sibuk di sekolah. Saya juga menghabiskan waktu untuk bermain video game dan membaca buku komik yang menyenangkan sambil beristirahat dan melepaskan penat.

Selain itu saya juga bisa membantu ibu mengerjakan pekerjaan rumah seperti menyapu, membersihkan tempat tidur dan juga menjemur pakaian. Liburan dirumah ternyata mengasyikkan juga selain bisa bersantai kita bisa juga membantu meringankan pekerjaan ibu di rumah.

    Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

    Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

    Mendidik adalah memimpin,
    berkarya adalah bernyawa.

    Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

    Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

    Mendidik adalah memimpin,
    berkarya adalah bernyawa.

    Artikel Terkait