DALL·E-2024-12-16-07.05
[CERPEN] Tersesat di Hutan Aneh

Oleh: Firzana Adiba Sahda

Suatu hari, di tengah hutan yang sangat lebat, sekolah Naomi mengadakan acara Camping bersama. Naomi, Mimi dan Lisa bermain di tengah hutan sambil bermain kejar-kejaran. Tak terasa mereka bermain sampai larut malam. Tiba-tiba, Naomi dan Mimi berpisah dengan Lisa. Naomi dan Mimi pun berpencar dengan membawa senter masing-masing untuk mencari Lisa.

Naomi berteriak, “Lisa cantekk, kamu dimana?”

Kemudian ia merasa kalau ada yang membisikinya dari belakang. Padahal di belakang tidak ada siapa-siapa. Tak lama, Naomi menemukan Lisa di bawah pohon dengan keadaan yang lemas dan pucat.

Naomi pun bersyukur dan segera menghampiri Lisa sambil bertanya, “Lisa kenapa mukamu sangat pucat? Biasanya kamu ceria-ceria aja tuh?”

Lisa tidak menjawab dan hanya diam saja.

Telepon genggam Naomi berdering, ternyata telepon dari Mimi. Naomi pun mengangkatnya.

Dari telepon ia mendengar suara Mimi, “Na, aku sudah menemukan Lisa.”

Naomi pun kaget, sambil melirik kepada Lisa, “Loh, aku juga sudah menemukan lisa kok? Tapi dia dari tadi diam saja.”

Kemudian Mimi menjawab, “Loh ini Lisa sudah hepi saja tuh sama aku!”

Naomi merasa ada yang janggal dan ketakutan. Tanpa mengajak Lisa yang lemas dan pucat,  dia bergegas pergi dari hutan untuk segara menemui Mimi dan Lisa.

Naomi terus berjalan sambil menelepon Mimi, “Mi, kamu di mana?”

Mimi menjawab “Aku ada di tempat Camping. Kalau kamu?”.

“Oh, aku masih di tengah hutan. Aku takut banget, Mi!” tegas Naomi.

”Sudah, tenang saja, Na. Nanti kami akan…” jawab Mimi belum selesai tiba-tiba telepon mereka terputus.

Tak terasa, lama sudah Naomi berjalan mencari jalan keluar. Ternyata Naomi hanya berputar-putar di jalan yang sama. Naomi pun terus mencari jalan keluar dari hutan tersebut. Naomi terus berusaha mencari jalan keluar sambil mengingat-ingat jalan dia ketika pertama masuk hutan tersebut.

Kemudian Naomi bertemu dengan seorang nenek.

Naomi segera bertanya kepada nenek tersebut, “Nek, jalan keluar dari sini di mana ya ?”

Nenek itu pun menjawab, “Ikuti tanda panah itu saja ya, Cu. Nanti pasti keluar dari hutan ini kok”, jawab nenek tersebut. 

Setelah menoleh ke arah yang disebut oleh Sang Nenek, Naomi bermaksud menyampaikan terima kasih dan menoleh kembali ke arah Sang Nenek. Namun ternyata nenek tersebut sudah menghilang entah ke mana.

Naomi semakin ketakutan, lalu Naomi melihat ke atas karena ada suara helikopter.

Naomi berteriak sekeras-kerasnya,  “Tolong, tolong, selamatkan aku!”

Karena suara baling-balingnya sangat keras, jadi pilot tidak mendengar teriakan Naomi. Tidak lama kemudian, helikopter tersebut kembali ke arah Naomi. Naomi berteriak lebih keras lagi sebanyak tiga kali. Kelihatannya pilot tersebut mendengar suara Naomi. Helikopter menyorotkan lampunya ke arah Naomi dan memberi tanda bahwa mereka telah menemukan Naomi. Naomi agak tenang dan mendengar Helikopter sedang mendarat.

Setelah berdiam diri sejenak, Tim SAR menemukan Naomi dalam kedaan kedinginan dan sangat pucat. Naomi dibawa oleh tim SAR  kembali ke tempat Camping sekolahnya dan akhirnya Naomi pun bisa bertemu lagi dengan teman-temannya. Teman-teman Namomi  sangat memgkhawatirkan keadaan Naomi. Mereka dengan tidak sabar menanyai Naomi. Naomi menceritakan semua hal yang dialaminya dan melanjutkan kegiatan Camping-nya tanpa berpisah dari rombongan.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait