Oleh: Muhammad Zafran Ali
Pada hari Senin, 18 November 2024, saya sekeluarga berkunjung ke IKN (Ibu Kota Negara) yang berada di Kabupaten Penajam Paser Utara. Seharusnya saya dan adik saya sekolah, tetapi karena ayah dan mama saya ada keperluan di IKN dan tidak ada yang menemani kami, jadi saya dan adik saya ikut juga ke IKN. Saya dan keluarga berangkat jam 7 pagi dari rumah. Mama saya membeli nasi kuning dan nasi pecel untuk di makan di perjalanan. Rute ke IKN sangat panjang dan lama. Kami melewati Samboja kilometer 38. Di perjalanan saya sampai bosan karena tidak sampai-sampai ke tujuan. Akhirnya pada jam 10.00 saya sampai di Rest Area IKN. Rest Area IKN adalah tempat istirahat untuk pengunjung makan dan parkir kendaraan.
Tiba-tiba ketika ayah saya mau parkir kendaraan, ada seorang pengunjung yang memberitahukan jika ban mobil kita kempes. Ayah saya segera turun memeriksa kondisi ban yang dimaksud. Ternyata benar, ban belakang sebelah kiri kempes tertusuk paku. Ayah saya segera memarkirkan kendaraan untuk mengganti ban yang kempes dengan ban cadangan yang ada. Kasihan sekali ayah saya, karena kondisi darurat ayah saya yang sudah berpenampilan rapi harus mengganti ban sendiri, karena di sana jauh dari bengkel.

Ketika menunggu dan menemani ayah mengganti ban, perut saya terasa lapar. Jadi saya, mama, dan adik makan nasi kuning dan nasi pecel yang dibawa. Setelah makan dan kenyang, tiba-tiba perut saya terasa mules. Akhirnya saya bergegas menuju toilet. Lega rasanya setelah dari toilet. Dan lucunya lagi adik saya juga perutnya ikutan mules karena kekenyangan. Jadi adik saya ditemani mama ke toilet. Di saat cuaca yang sangat panas dan terik, ada saja keseruan dan kelucuan yang terjadi.
Setelah ayah saya selesai mengganti ban, kami berpindah parkir yang dekat dengan bus khusus yang nanti akan membawa pengunjung ke dalam IKN. Saya, mama, dan adik terlebih dahulu masuk bus, karena ayah saya masih makan di dalam mobil. Saat saya masuk bus, terlihat hanya ada enam penumpang. Beberapa menit kemudian cepat sekali bus penuh dan segera siap berangkat. Mama saya panik karena ayah saya masih belum naik ke bus. Mama saya takut ayah tertinggal.
Mama berkata kepada sopir bus, “Pak, sudah mau berangkat ya busnya? Masih ada satu orang belum naik, pak. Sebentar ya pak. Saya panggil dulu.”
Dengan ramah sopir menjawab, “Iya bu. Silakan dipanggil dulu bu. Kami akan menunggu.”

Mama saya berlari dan memanggil ayah untuk segera naik bus. Alhamdulillah kami semua bisa bersama-sama masuk ke dalam IKN. Sampai di dalam IKN, saya sangat senang karena bisa melihat pemandangan IKN yang sangat indah dan juga bisa melihat langsung Istana Presiden dan Istana Garuda.
Tidak terasa tiga jam berlalu. Saya dan keluarga berkeliling dan bersantai di IKN. Meskipun cuaca panas terik dan harus berjalan kaki untuk mengunjungi tempat-tempat yang ada di IKN, saya tetap semangat keliling sambil mendokumentasikan keseruan saya dan keluarga dalam foto dan video. Setelah itu saya dan keluarga kembali ke Rest Area IKN dan selanjutnya bersiap pulang kembali ke Balikpapan.
